AGRIC
CARE 2021
FAKULTAS PERTANIAN DAN
BISNIS

Agric care merupakan kegiatan rutin yang
dilaksanakan oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Pertanian dan Bisnis,
Universitas Kristen Satya Wacana. Tema Agric
care tahun ini adalah Peduli Pertanian Dengan Bertukar Ilmu Bersama Petani.
Kegiatan Agric care tahun ini
dilaksanakan secara online dan offline pada tanggal 21-30 Agustus 2021
dimana pada tanggal 21 Agustus dan 28 Agustus dilaksanakan secara offline oleh perwakilan kelompok.
Peserta Agric care tahun ini ada 53
mahasiswa yang terdiri dari program studi Agroteknologi dan juga Agribisnis
yang terbagi kedalam 10 kelompok. Kelompok inilah yang nantinya akan bekerja
sama untuk menjawab tantangan atau persoalan yang dialami oleh petani. Kegiatan
Agric care ini dilaksanakan di Dusun
Kaliduren, Desa Desa
Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dusun ini sangat tepat untuk
pengembangan kegiatan pertanian sebab keadaan alam, topografi, serta cuaca atau
iklim yang mendukung bagi dunia pertanian. Mayoritas penduduk di dusun ini
bermatapencaharian sebagai seorang petani. Adapun komoditas yang biasa ditanam
berupa sayur bayam, pakcoy, kerli, roman, bayam merah, mint, brokoli, cabai, dan
lain sebagainya.
Pada 21 Agustus 2021 telah
dilaksanakan kegiatan Agricare oleh
mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih para mahasiswa untuk cakap, terampil, dan
mampu menyikapi masalah-masalah yang dihadapi oleh petani serta mampu menjawab
tantangan atau persoalan yang dihadapi oleh petani. Pagi hari sebelum berangkat
ke Kaliduren, diadakan upacara pembukaan dimana seluruh peserta hadir di ruang
virtual google meet. Setelah
mendengar sambutan dan pengarahan, selanjutnya perwakilan kelompok bersiap
untuk terjun langsung ke petani di Kaliduren. Selama di Kaliduren, seluruh
peserta dan panitia selalu menjaga dan menerapkan protokol kesehatan mengingat
pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia. Masing-masing perwakilan kelompok
mewawancarai 1 petani. Petani-petani ini tergabung ke dalam Kelompok Tani
Organik Bangkit Merbabu. Setelah wawancara, para mahasiswa perwakilan kelompok
ini mengetahui setiap permasalahan masing-masing petani dan bersiap untuk berdiskusi
dengan anggota kelompoknya dalam ruang virtual. Permasalahan-permasalahan yang
dihadapi antara lain masalah terkait pendapatan yang berkurang selama pandemi
Covid-19, petani kesusahan dalam melakukan promosi atau menjual hasil taninya,
petani kekurangan modal untuk mengelola greenhouse,
dan masih banyak lagi. Setelah berdiskusi bersama dengan anggota kelompok
terkait permasalahan dan juga saran, selanjutnya adalah berdiskusi bersama
dengan kelompok lain dan juga Bapak Dr. Ir. Yohanes Hendro Agus, M. Sc., selaku
dosen FPB. Diskusi ini dilakukan untuk memantapkan perwakilan kelompok untuk
melakukan presentasi atau penyuluhan langsung ke petani mengenai saran terkait
permasalahan yang dihadapi masing-masing petani. Pada tanggal 28 Agustus 2021
perwakilan kelompok mempresentasikan dan melakukan penyuluhan secara langsung
ke pada petani-petani di Kelompok Tani Organik Bangkit Merbabu. Para petani
menyambut baik setiap saran, pendapat, dan juga pandangan para mahasiswa
pertanian ini. Bahkan dalam Agricare ini para mahasiswa dibekali banyak ilmu
terkait pertanian. Jadi antara petani dan mahasiswa saling bertukar ilmu yang
mereka miliki. Diharapkan kegiatan ini mampu memberi pandangan kepada petani di
Kaliduren terkait masalah yang dihadapi. Selain itu kegiatan ini diharapkan
mampu melatih mahasiswa untuk tanggap, sigap, dan mampu menjawab setiap
tantangan atau permasalahan petani secara real
dan masuk akal. Peduli pertanian dengan bertukar ilmu bersama petani ini
sungguh menyenangkan dan juga menjadi pengalaman yang berharga baik bagi petani
di Kaliduren sendiri atau bagi mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Pertanian dan
Bisnis UKSW.