WEBINAR PERTANIAN

“KETERSEDIAAN PANGAN DI MASA PANDEMI COVID-19”

 

   

Di masa pandemi seperti saat ini banyak sekali tantangan-tantangan yang harus dihadapi di berbagai sektor, salah satunya yaitu sektor pertanian. Sektor pertanian sangat berkontribusi besar dalam mengatasi masalah pangan yang ada. Dari sini lah maka kegiatan webinar pertanian diselenggarakan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas, Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana (SMF FPB UKSW). Webinar Pertanian pada tahun 2021 ini menyongsong tema “Ketersediaan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19”. Webinar Pertanian kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu 29 Mei 2021 yang diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW. 

 

Pada Webinar ini membahas tentang dua pokok toik utama yang dipaparkan oleh dua narasumber yang sangat ahli dibidangnya. Topik yang pertama tentang Penyediaan Pangan pada Masa dan Pasca Pandemi Covid-19 yang dibawakan oleh Prof. Ir. Agus Hermawan, M.Si., Ph.D. selaku Peneliti Utama Sistem Usaha Pertanian di BPTP Jawa Tengah. Lalu topik yang kedua yaitu Ketersediaan Pangan di Masa Pandemi Covid-19 yang dibawakan oleh Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P. selaku Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. Pada topik yang pertama membahas mengenai kinerja pertanian, kondisi pangan Indonesia, strategi penyediaan pangan pada masa dan pasca pandemi, serta peran mahasiswa dan generasi millenial bagi dunia pertanian. Pada topik kedua mengenai Ketersediaan Pangan di Masa Pandemi Covid-19 membahas mengenai situasi ketahanan pangan di Indonesia dimana ketahanan pangan ini dilandasi dengan kemandirian pangan dan juga kedaulatan pangan.

 

Pada saat ini ketahanan pangan di Indonesia sudah berjalan baik, buktinya kita hampir tidak pernah mendengar berita tentang kelaparan. Lalu dengan adanya Pandemi Covid-19 ini tentunya ketahanan pangan di Indonesia menjadi terganggu. Namun, tidak hanya Indonesia saja yang terdampak ketahanan pangannya, bahkan hampir di seluruh dunia merasakan dampak yang sama karena Covid-19. Indonesia mempunyai Peta Ketahanan Pangan dan Kerentanan Pangan dimana peta ini mengukur 3 aspek ketahanan pangan di masing-masing kabupaten dan kota yang ada di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mendorong dan memonitor ketahanan pangan di tiap-tiap daerah dan mampu meningkatkan rasio ketahanan pangan Indonesia di tengah Pandemi Covid-19.

 

Pada topik kedua ini juga membahas mengenai 7 tantangan ketahanan pangan di masa pandemi. Adapun tantangan tersebut yaitu hambatan distribusi pangan antar provinsi atau pulau, perubahan pola konsumsi antara generasi milenial dan kolonial yg berbeda dimana kualitas dan kuantitas tetap menjadi hal yang penting, menjaga petani tetap berproduksi, harga cenderung tidak berpola karena perubahan pola konsumsi juga, perubahan ke online transaction, ekspor dan import restriction karena beberapa negara menahan hasil pertaniannya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, dan anomali iklim yg tidak bisa diprediksi. Lalu ada pula program terobosan Kementerian Pertanian dalam pemenuhan pangan yaitu dengan peningkatan kapasitas produksi atau pengembangan lahan dan perluasan areal tanam, diversifikasi pangan lokal dengan memanfaatkan pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan dengan memgembangkan LPM dan penguatan sistem logistik pangan nasional, pengembangan pertanian modern dengan mengembangkan smart farming, screen house, food estate, dan startup pertanian, lalu yang terakhir ada Gerakan Tiga Kali Ekspor (GRATIEKS) dengan cara meningkatkan volume ekspor, menambah ragam komoditas ekspor, dan lain sebagainya. Kegiatan Webinar Pertanian ini berlangsung sangat seru dan sangat informatif. Para peserta semakin mengerti dan diperkuat lebih lagi mengenai pentingnya peran generasi millenial terutama para mahasiswa pertanian bagi kemajuan pertanian di Indonesia.