WORKSHOP FAKULTAS PERTANIAN DAN BISNIS 


Workshop Fakultas Pertanian dan Bisnis adalah kegiatan yang diselenggarakan dari mahasiswa untuk mahasiswa terkhusus mahasiswa FPB yang tertarik terjun kedalam dunia bisnis. Ditengah pandemic Covid-19 ini bisnis sedang mengalami masa ombang-ambing disatu sisi mungkin bisnis bisa menghasilkan keuntungan namun disisi lain juga bisa menyebabkan banyak kerugian. Oleh karena itu perlu ada pendampingan dalam melakukan bisnis atau usaha ditengah pandemi ini, salah satunya dengan diselenggarakannya workshop ini.

Sektor pertanian sebagai penghasil pangan juga terkena imbas negatif pandemi Covid 19. Situasi pandemi memaksa para pedagang, pengolah, pengusaha hotel dan restoran mengurangi kegiatan perdagangan atau produksi barang dan jasa yang menggunakan produk pangan sebagai bahan baku. Kasus terjadi gangguan distribusi dan pemasaran produk pertanian disertai dengan penurunan harga telah terjadi di berbagai daerah produksi walaupun mungkin bersifat sementara. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi insentif bagi petani untuk berproduksi pada musim-musim berikutnya. Di samping itu, terhambatnya pasokan sarana produksi dan tenaga kerja akibat menurunnya mobilitas manusia karena penerapan protokol kesehatan dapat memengaruhi proses produksi pertanian. Ilmu pemasaran pengetahuan dan pemahaman terhadap perilaku konsumen adalah salah satu syarat kunci sukses menguasai pasar. Oleh karena itu, dinamika perilaku konsumen pertanian pada masa pandemi maupun normal baru mesti menjadi perhatian pelaku bisnis pertanian. Secara prinsip tata kelola usaha dalam kondisi kenormalan baru (new normal) harus menyesuaikan dengan perubahan perilaku masyarakat (lebih spesifik konsumen).

Pembicara pertama pada workshop ini adalah ibu Sudaryanti yang merupakan seorang ibu rumah tangga dengan bisnis snack sayuran dengan nama JIBARIZ. Nama JIBARIZ diambil dari nama anak-anaknya yaitu Jihan, Bagus, dan Rizky. Ide awal ibu Sudaryanti memulai bisnis snack sayuran ini adalah ketika anak-anaknya susah untuk makan sayuran yang dimana jika kekurangan asupan sayuran dapat berpengaruh buruk pada kesehatan, dengan keadaan anak-anaknya susah untuk memakan sayuran ibu Sudaryanti menemukan ide untuk membuat snack sayuran sehingga lebih menarik untuk dimakan anak-anak dan tetap memiliki nilai gizi.

Produk JIBARIZ snack sayuran ini bebas dari pemanis, pengawet, dan pengembang serta produk bebas dari telur. Produk JIBARIZ sudah memproduksi 21 macam snack sayuran dalam bentuk pangsit & stik serta mengandalkan sayur-sayuran segar karena sayuran segar bisa untuk mempertahankan rasa agar tetap kuat. Macam-macam produk JIBARIZ yang sudah diproduksi adalah stik wortel, stik waluh, stik seledri, stik ubi ungu, pangsit jagung manis, pangsit adas, stik sawi, dan masih banyak lagi. Menurut ibu Sudaryanti sayur-sayuran jika diolah menjadi snack bisa menaikkan nilai jualnya menjadi tinggi dan peluang bisnis untuk snack sayuran ini banyak peminatnya. JIBARIZ sudah mengirim produk-produknya ke daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Pembicara kedua adalah bapak Eko M. Nurcahyo yang merupakan wakil direktur CV. Wolffia Agro Indonesia. Menurut bapak Eko jika ingin berbisnis pada bidang agribisnis harus berhati-hati karena di Indonesia agribisnis belum begitu maju. Indonesia sangat tertinggal dalam agribisnis, oleh karena itu harapan pak Eko para mahasiswa muda harus mengejar ketertinggalan ini, para mahasiswa harus kreatif dan inovatif. Bapak eko juga berkata dalam pandemi COVID-19 ini ada saja peluang untuk berbisnis, tetapi perlu diperhatikan pandemi ini membuat dampak pada berbisnis dan dampak tersebut bisa mempengaruhi perilaku konsumen dan produsen.