Food Security In The Global Era
Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) pada Rabu (10/3) lalu mengadakan sebuah acara seminar yang mengangkat tema Food Security In The Global Era. Kegiatan seminar tersebut mendatangkan 2 orang pemateri yang salah satunya berasal dari Dinas Ketahanan Pangan (DISHANPAN) Provinsi Jawa Tengah. Materi yang disampaikan adalah materi seputar pertanian dan kinerja ketahanan pangan di Indonesia. Acara berjalan lancar dan seminar ini dihadiri oleh 104 peserta mahasiswa FPB dari berbagai angkatan.
Bapak Nur Rohmat, S.Sos, M.Si, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, hadir untuk membawakan materi tentang Kinerja Ketahanan Pangan Nasional dan Jawa Tengah. Beliau mengawali materinya dengan menjelaskan banyak hal terkait dengan kondisi pangan di Indonesia. Menurutnya, supaya masyarakat sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan sebuah negara harus memiliki 3 hal, yaitu kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan keamanan pangan. Ketiga aspek inilah merupakan sinergi yang ingin dicapai pemerintah, tentunya bekerjasama dengan masyarakat dan petani untuk Indonesia. Bapak Nur Rohmat juga memberikan gambaran tentang potret ketahanan pangan yang ada di Jawa Tengah. Informasi ini tentu sangat berguna bagi mahasiswa FPB yang ingin menjadi petani maupun pembisnis.
Pemateri kedua adalah seorang petani sekaligus pebisnis sukses Sayur Organik Merbabu, Shofyan Adi Cahyono, SP. Shofyan adalah seorang petani muda lulusan FPB UKSW, yang sukses membangun bisnis pertanian organiknya dari nol. Beliau menyampaikan materi dengan tema Pertanian Organik sebagai Solusi Ketahanan Pangan. Dalam seminar ini dijelaskan pula mengapa pertanian organik dapat menjadi salah satu solusi mewujudkan ketahanan pangan. Selain biaya produksinya lebih murah, hasil produksi pertanian organik juga tidak kalah banyak dari pertanian biasa atau pada umumnya. Mahasiswa menyimak materi yang disampaikan serta aktif bertanya.
Sesi istirahat dan makan siang ditemani oleh penampilan dari Agricmusic yang membawakan beberapa lagu. Acara seminar ditutup dengan diskusi bersama mengenai solusi mengatasi pengurangan impor bawang putih dari negara China yang terserang virus Corona. Sebanyak dua kelompok mempresentasikan apa yang mereka diskusikan. Kemudian kegiatan seminar selesai, peserta antusias mengikuti seminar ini.
(Tasya/Erna_Dewata)