Kuliah Umum Prodi Agribisnis “ Potensi Bisnis Bidang Pertanian Menjadi Perusahaan Start-up Berbasis Website dan Aplikasi Smartphone”

Kuliah Umum Prodi Agribisnis

“ Potensi Bisnis Bidang Pertanian Menjadi Perusahaan Start-up Berbasis Website dan Aplikasi Smartphone” 

International Encyclopedia of Education-Third Edition  (2010)
mengatakan bahwa p
erusahaan
start-up mulai meningkat pesat di kalangan riset universitas pada tahun
1980-an. Istilah ini kemudian muncul kembali dan populer pada tahun 2010-an.
Startup adalah sebuah istilah yang
merujuk pada suatu bisnis atau perusahaan rintisan.  yang baru beroperasi dan masih berada pada
fase pengembangan untuk menemukan pasar dan mengembangkan produk. Saat ini,
istilah startup bisa lebih dikerucutkan lagi menjadi perusahaan rintisan yang
mengacu pada bisnis berbasis teknologi (Katadata.co.id).

Kemajuan teknologi digital yang
sangat canggih serta globalisasi yang sedang berlangsung saat ini telah
mengusik praktek berbisnis secara “tradisional”. Semua jenis bisnis harus
mengadopsi teknologi digital apabila masih memiliki cita-cita untuk survive.
Kecanggihan teknologi digital juga sudah mengakselerasi bertumbuhnya wirausaha
baru di semua bidang. Fenomena tersebut tidak dilewatkan oleh warga negara
Indonesia seperti  informasi dari
(Merdeka.com) bahwa per April 2021, Indonesia menduduki peringkat lima besar
sebagai negara dengan jumlah start-up terbanyak di dunia  yakni mencapai 2.229.

Sektor pertanian di Indonesia yang
praktiknya masih terkesan sangat tradisional bagi sebagian kalangan ternyata
tidak luput dari kemajuan teknologi digital yang sangat canggih. Hal tersebut
ditunjukkan dengan adanya berbagai perusahaan start-up pertanian
berbasis aplikasi dan website yang model bisnisnya bervariasi baik itu berupa
teknologi pertanian presisi dalam budidaya, market place, dan penyedia
permodalan bersifat P2PL (peer to peer lending) khusus sektor pertanian.

Program Studi Agribisnis Fakultas
Pertanian dan Bisnis UKSW berupaya membawa semangat tersebut ke dalam proses belajar
mengajar supaya mahasiswa Agribisnis secara khusus dan seluruh mahasiswa FPB
UKSW secara umum memiliki motivasi untuk menjadi pelaku wirausaha pertanian
berbasis teknologi digital. Upaya tersebut dimulai dengan melaksanakan kuliah
umum bertema “ Potensi Bisnis Bidang Pertanian Menjadi Perusahaan Start-up
Berbasis Website dan Aplikasi Smartphone” pada hari Rabu, 27 Oktober 2021 yang
disampaikan oleh praktisi dari dunia industri yaitu Baskara Widhi, S.P
selaku  head of Product AGREE yang
merupakan start-up bidang pertanian dari PT. Telkom Indonesia. 

Dalam pemaparannya, Baskara
menyampaikan bahwa Sektor pertanian di Indonesia masih memiliki sangat banyak
permasalahan yang harus diselesaikan sehingga memungkinkan terciptanya beragam
model bisnis untuk menemukan solusi. Ditambahkan pula bahwa iklim bisnis
pertanian menjadi perusahaan start-up  sangat supportif  meskipun dengan model bisnis yang sama tapi
dengan tradisi atau wilayah geografis wilayah pertanian di tanah air  yang berbeda-beda tentu akan memberikan
keunikan tersendiri untuk pertumbuhan berbagai start-up baru di bidang
pertanian. Beliau juga menyarankan supaya tidak menunda merealisasikan ide
dengan terlebih dahulu menciptakan minimum viable product (MVP) yang
nantinya pasti berkembang menjadi sesuatu yang lebih sempurna. Demikian
pemaparan dari praktisi yang sudah menekuni perusahaan start-up di
bidang pertanian dan memotivasi sebanyak 147 orang peserta. Semoga apa yang
sudah dikerjakan sebagai langkah awal bagi mahasiswa peserta kuliah umum untuk
terus mentransfer ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi ke dalam bidang
pertanian demi kesejahteraan masyarakat.

 

Penulis. Liska Simamora

 

 


Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp