Mahasiswa FPB Belajar
Pengolahan Kakao dan Anggur menjadi Coklat dan Wine Berkualitas Dunia dalam Kegiatan Studi Ekskursi ke Bali
pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka memperkenalkan
agroindustri dan kontribusinya pada kesejahteraan masyarakat kepada mahasiswa,
dalam kurikulum program studi S1 Agribisnis dan S1 Agroteknologi, terdapat mata
kuliah/kegiatan Studi Ekskursi (studeks). Dengan melihat secara langsung pada
perusahaan pertanian, mahasiswa diharapkan dapat mengenal lingkungan perusahaan
secara lebih dekat, sehingga dapat membantu dalam memahami ilmu yang diperoleh
di perkuliahan, khususnya ketika mahasiswa/i melakukan kerja praktik dan
menyelesaikan tugas akhir nantinya. Setelah penundaan karena pandemi Corona
Virus-19, pada akhirnya pada tahun 2022 dapat diselenggarakan kegiatan Studi
Ekskursi yang memilih tempat kunjungan ke pulau Dewata, Bali, diikuti oleh
kurang lebih 80 mahasiswa angkatan 2020 dan 5 pendamping, terdiri dari dosen
dan laboran.
Pelaksanaan
studeks sejak keberangkatan 17 Juli hingga 21 Juli 2022 tiba kembali di Kota
Salatiga. Lokasi pertama kunjungan yakni di Kebun Raya “Eka Karya” Bali, yang berlokasi di Jalan Kebun Raya, Candikuning, Kecamatan Baturiti,
Kabupaten Tabanan. Hawa dingin, hijaunya kebun raya seluas 157,5 hektar, serta indahnya
patung Kumbakarna, menyambut kedatangan rombongan studeks. Dalam kunjungan
tersebut, para mahasiswa mendapatkan penjelasan tentang kebun raya melalui
pemutaran video oleh pihak kebun raya, serta kunjungan ke beberapa
laboratorium. Kunjungan kebun raya, membuka mata mahasiswa bahwa kebun raya memiliki peran
besar dalam konservasi ex-situ tumbuhan
pegunungan tropika dan pelayanan dalam aspek botani, pendidikan lingkungan,
hortikultura, lanskap, dan pariwisata. Ada kesempatan bagi mahasiswa praktek kerja
lapang/magang di laboratorium Kebun Raya “Eka Karya” Bali, ataupun menjadi
tempat bekerja bagi yang bercita-cita menjadi peneliti.
Desa Coklat atau sering disebut Cau Chocolate,
terletak di Dusun Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, menjadi lokasi kedua
mahasiswa belajar tentang agroindustri yang dikembangkan harmonis dikaitkan
dengan konsep pariwisata. Rombongan studeks disambut secara langsung oleh
founder Cau Chocolates yakni Dr. Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, MSi. Mahasiswa
dijelaskan singkat tentang kiprah perusahaan dalam memberdayakan masyarakat,
belajar pengelolaan kemitraan dengan masyarakat petani kakao, serta teknik
produksi kakao yang budidayakan secara organik menjadi berbagai produk coklat
batangan dan minuman serbuk.
Kunjungan
ke lokasi ke-tiga yakni Hatten Wines yang memproduksi wine berkualitas
yang cocok dari anggur yang dibudidayakan di Bali. Rombongan mengujungi pabrik
pengolahan wine, dan mendapatkan
penjelasan tahapan pengolahan anggur menjadi wine oleh ibu Ni Nyoman
Kertawidyawati (Widya).
Corporate Training & Development Manager Hatten Wines, dan merupakan
pendidik pertama dari Indonesia dari tersertifikasi WSET (Wine &
Spirit Education Trust). Setelah memahami proses pengolahan anggur menjadi
wine, selanjutnya rombongan diajak berkunjung ke kantor pusat Hatten Wines di
Sanur Kauh, Denpasar Selatan, mendapatkan penjelasan berbagai jenis wine dan teknik minum wine. Hatten Wines memproduksi
berbagai jenis wine antara lain white wine, white sparkling, medium
red wine Hatten Wines berkomitmen akan
kualitas dan rasa standar internasional sehingga terpilih sebagai Top-10
Fastest Improving Producers in Asia.
Selain belajar dari 3 lembaga pertanian, dalam kegiatan
studeks juga mengunjungi tempat-tempat wisata yang menjadi pilihan mahasiswa.
Sungguh pengalaman yang sangat berharga bagi para mahasiswa, belajar sekaligus
saling mengakrabkan diri satu sama lain dengan teman se-angkatan yang berasal
dari berbagai daerah nusantara.






