PLAN BE A GOOD ENTREPRENEUR
 Kamis (12/03) Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW mengadakan Workshop dengan tujuan untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa FPB untuk menjadi seorang pengusaha muda yang sukses dengan berbagai tantangan yang dihadapi. Kegiatan ini dihadiri oleh 105 mahasiswa FPB dari beberapa angkatan, dengan menghadirkan 2 orang pembicara yaitu kak Adit Yoga (pengusaha atau pendiri Bale Hidroponik) dan bapak Hardadi (pengusaha Singkong Keju D-9). Kegiatan ini dibagi atas dua sesi pembicara, sesi pertama diisi oleh kak Adit selaku pendiri usaha Bale Hidroponik sekaligus alumni FPB UKSW, usaha Bale Hidroponik ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa sayuran, sebagai kemirtaan petani hidroponik dan kemitraan petani organik. Bale hidroponik juga mempunyai fasilitas untuk budidaya sayur yaitu green house dan instalasi rumahan, selain itu dengan usaha ini mereka bertujuan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat tentang budidaya sayur hidroponik, cara memanen sayuran, pengemasan serta pendistribusiannya. Yang paling menarik pada sesi ini yaitu  Adit menyampaikan hal yang diperlukan dalam berwirausaha, yaitu adanya (1) Passion terdiri dari 2Q2C yaitu Quality, Quantity, Continuity dan Conformity; (2) Persistence yaitu sedikit beda > sedikit baik dan (3) Passion of Business terdiri dari 4P yaitu Product, Place, Price dan Promotion. “Masalah utama dalam usaha pertanian yaitu bisa tanam tidak bisa jual, bisa jual tidak bisa tanam tidak, ada kompetisi semua salilng melengkapiâ€, ujar Adit
Sesi pertama selesai kemudian dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu pak Hardadi seorang pengusaha makanan Singkong Keju D-9 Salatiga, beliau sedikit berbagi cerita bahwa sebelum menjadi seorang yang sukses hingga saat ini, dulu ia pernah masuk penjara akibat kasus narkoba. Singkat cerita walaupun masa lalunya kelam namun ia berusaha untuk mencapai kesuksesan mengubah dunia nya lebih baik lagi. Dulu ia membangun usaha nya mulai dari nol, dengan berjualan keliling menjual bahan makanan dari singkong. Olahan singkong tersebut banyak disukai oleh masyarakat hingga perjuangan pak Hardadi pun terbayar, usahanya lancar dan kemudian beliau memutuskan untuk berjualan dirumah hingga ia mampu membangun tempat untuk menjual olahan singkongnya, serta telah memiliki karyawan sekitar 100 orang. Dari pengalaman ini mengajarkan kepada kita bahwa seburuk apa pun masa lalu kita, hal itu tidak akan menjadi penentu masa depan kita asalkan kita berjuang dan gigih dan tidak lupa mengandalkan Tuhan maka kita bisa mencapai kesuksesan.
Setelah sesi berakhir dilanjutkan dengan lomba pemaparan kegiatan usaha yang telah dirintis oleh mahasiswa FPB, lomba ini diikuti oleh 3 mahasiswa (finalis). Disela kegiatan isi oleh penampilan dari Agrimusik.
Kegiatan ini berlangsung dari jam 08.00 – 14. 00 WIB dan diakhiri dengan kegiatan diskusi oleh peserta tentang pembuangan limbah pabrik secara sembarangan dan bagaimana penanggulangannya agar tidak mencemari lingkungan dan peserta mengikuti kegiatan dengan baik.
(Prisca/ Erna_Dewata)