Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Oleh karena itu dalam tahapan pembangunan, sektor pertanian sudah selayaknya mendapatkan perhatian Utama. Tidak terkecuali Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi, sejak tahun 1965 UKSW melalui bidang pendidikan tinggi terpanggil untuk berpartisipasi dalam usaha besar pembangunan sektor pertanian bangsa Indonesia. Oleh karena itu melalui persiapan yang matang, maka pada 1 Januari 1967 UKSW mendirikan Fakultas Pertanian.

Dalam perkembangannya, Fakultas Pertanian UKSW memperoleh status Terdaftar pada tahun 1969 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 7c/DPT/I/69 tanggal 16 Oktober 1969. Mengingat minat yang cukup besar dari pada lulusan Sarjana Muda untuk melanjutkan studi Sarjana Lengkap, mulai tahun 1971 dibuka program Sarjana Lengkap dengan dua jurusan, yaitu Jurusan Agronomi dan Jurusan Ekonomi Pertanian.

Dalam rangka peningkatan daya tampung dan mutu lulusan, sejak tahun 1967 Fakultas Pertanian UKSW dilengkapi dengan tambahan gedung kuliah dan laboratorium baru berikut peralatannya, serta beberapa hektar areal tanah sawah dan kebun percobaan. Demikian pula dengan tenaga pengajar tetap, sehingga sejak tahun 1976 Fakultas Pertanian UKSW dapat melepaskan diri dari ketergantungannya kepada Universitas Gajah Mada.

Status untuk tingkat Sarjana Muda dan Sarjana Lengkap diperoleh pada tahun 1981, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 032/O/1981 tanggal 22 Januari 1981 (untuk tingkat Sarjana Muda) dan Nomor 0408/O/1981 tanggal 27 November 1981 (untuk tingkat Sarjana Lengkap.

Sesuai dengan perubahan sistem pendidikan di Indonesia, sejak tahun 1982 Fakultas pertanian mulai menyelenggarakan program Stratum Satu (S1) dengan dua jurusan, yaitu Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian dan Jurusan Budi Daya Pertanian. Sedangkan program lama (reguler) masih diselenggarakan sampai pada tahun kuliah 1984/1985 yaitu untuk memberi kesempatan menyelesaikan studi kepada mahasiswa program reguler.

Setelah melalui perjuangan dan kerja keras selama 17 tahun, pada akhirnya Fakultas Pertanian memperoleh status akreditasi yang tertinggi, yaitu status Disamakan, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0614/O/1984 tanggal 29 November 1984 untuk Jurusan Budi Daya Pertanian dan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Dengan diperolehnya status Disamakan ini, berarti secara resmi Pemerintah telah memberikan kepercayaan kepada Fakultas Pertanian untuk mengelola dirinya sendiri, dan sekaligus pengakuan bahwa keluaran yang dihasilkannya berbobot sama dengan keluaran dari Fakultas Pertanian Universitas Negeri.

Dengan adanya perubahan kurikulum yang berlaku secara nasional untuk program Sarjana Ilmu Pertanian, yang diatur melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 0311/8/1994, maka mulai tahun akademik 1996/1997 Fakultas Pertanian menerapkan kurikulum bari. Untuk jurusan Budi Daya Pertanian memiliki satu program studi, yaitu Program Studi Agronomi dan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian juga memiliki satu program studi, yaitu Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis dengan Bidang Minat Sosial Ekonomi Pertanian dan Bidang Minat Agribisnis.

Dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 78/D/O/1997 tertanggal 17 November 1997, Pemerintah memberikan status Ter-akreditasi berperingkat B bagi kedua program studi yang diselenggarakan Fakultas Pertanian UKSW. Pada tahun 2003 telah dilakukan Reakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk kedua program studi yang ada di Fakultas Pertanian UKSW. Melalui Surat Keputusan BAN PT No. 027/BAN-PT/Ak-VII/S1/IX/2003 tanggal 5 September 2003 maka program studi Agronomi memperoleh Akreditasi Peringkat A (Sangat Baik). Kemudian pada tahun yang sama juga untuk program studi Agribisnis memperoleh Akreditasi Peringkat B (Baik), dengan Surat Keputusan BAN PT No. 044/BAN-PT/Ak-VII/S1/XII/2003 pada tanggal 15 Desember 2003. Pada tahun 2009 kedua program studi yang ada di Fakultas Pertanian (Agroteknologi dan Agribisnis) melakukan Reakreditasi kembali dan keduanya memperoleh Akreditasi B. Pada tahun 2007-2008, secara Nasional nama Program Studi Agronomi berganti nama menjadi Program Studi Agroteknologi dan nama Program Studi Agribisnis tetap menggunakan nama yang sama.

Mulai tahun akademik 2008-2009, profil lulusan Fakultas Pertanian diarahkan agar memiliki jiwa bisnis Pertanian, dalam arti kata, setiap lulusan dari fakultas Pertanian harus mampu menghasilkan inovasi teknologi dan inovasi sosial ekonomi dan bisnis. Oleh karena itu nama Fakultas Pertanian diubah menjadi Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB). Surat Keputusan mengenai penetapan ini baru terbit pada tahun 2010. Nama Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) juga semakin menegaskan tentang keberadaan Program Studi Agribisnis yang membawa misi bisnis dalam Fakultas Pertanian dan Bisnis.

Pada perkembangannya, mulai tahun akademik 2008-2009 Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melaksanakan sistem kalender akademik Semester (dalam satu tahun dilakukan 2 kali waktu akademik) dimana pada masa break semster dimanfaatkan untuk melaksanakan Semester Pengayaan. Semester Pengayaan wajib diadakan oleh Fakultas Pertanian dan Bisnis akan tetapi mahasiswa tidak wajib mengikutinya. Semester Pengayaan berisi kegiatan ekstra kurikuler, soft skill mahasiswa dan kegiatan lainnya yang dipandang perlu oleh fakultas dan mahasiswa. Disamping itu mulai tahun akademik 2008-2009 diberlakukan kurikulum baru 2008. Kurikulum baru 2008 mengacu pada masukan Kelompok Kerja Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian di Indonesia serta Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 045/U/2002. Kurikulum baru 2008 Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW lebih menekankan pengembangan matakuliah baru, pembentukan konsentrasi studi dan penegasan nama Program Studi Agroteknologi dan Program Studi Agribisnis dalam beberapa matakuliah yang ada.

Pada Kurikulum 2008 maka Konsentrasi Studi untuk program studi Agribisnis terdiri atas 1) Konsentrasi Bisnis dan Manajemen Pertanian; 2) Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Pertanian; 3) Konsentrasi Kebijakan Pertanian dan 5) Konsentrasi Manajemen Perkebunan. Sedangkan Konsentrasi Studi untuk program studi Agroteknologi terdiri atas 1) Agrobioteknologi; 2) Manajemen Sumber Daya Lahan; 3) Arsitektur Lansekap dan 4) Penanganan Hasil Pertanian. Untuk mempertajam kemampuan profesionalitas lulusannya, maka pada tahun 2013 telah disusun kurikulum baru untuk Program Studi Agroteknologi dan Program Studi Agribisnis. Kurikulum baru disusun atas dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi, desain proses pembelajaran menggunakan sistem Student Center Learning dan perubahan matakuliah umum (MKU) sesuai ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Untuk semakin meningkatkan peranannya di tengah masyarakat, Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW mulai tahun 2008 menyelenggarakan beasiswa AEP (Agricultural Excellent Program) dan pada 2010 diselenggarakan program beasiswa ASP (Agriculturan Social Program). Program Beasiswa AEP dperuntukkan kepada calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik tinggi dan memiliki minat bekerja di sektor pertanian, sementara itu Program Beasiswa ASP diperuntukkan kepada calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sumber beasiswa AEP dan ASP berasal dari UKSW, Yayasan David Tjakra, Yayasan Compasion Indonesia, Leadership Development Program, PT. Primasid dan Alumni Fakultas Pertanian (Ikapersana). Kedepan, program ini akan semakin ditingkatkan dari kualitas, kuantitas dan kontinuitas.

Selanjutnya berdasarkan perubahan kurikulum pada tahun ajaran 2016/2017 di Universitas Kristen Satya Wacana (Keputusan Rektor: No.272/Kep/Rek/7/2016), yang merupakan implementasi KKNI maka Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW menerapkan Kurikulum UKSW 2016, dengan berlandaskan peraturan:

  1. Perpres No.8 tahun 2012 ttg Kualifikasi Kerangka Nasional Indonesia (KKNI)

  2. Permendikbud No. 73 tahun 2013 tentang penerapan KKNI bidang Pendidikan Tinggi: Pasal 10 ayat 4: yang mensyaratkan setiap PS wajib menyusun Capaian Pembelajaran (CP)/Learning Outcome (LO)