Rangkaian Acara Dies Natalis ke-54

Menyambut Dies Natalis yang ke-54, Fakultas
Pertanian dan Bisnis UKSW mengangkat tema “FPB UKSW: Study Hard, Research More
and Be Rich”, berlandaskan pada 2 Tawarikh 15:7. Tema ini diangkat dengan
maksud ingin mengajak kembali seluruh sivitas akademika FPB UKSW baik dosen
maupun mahasiswa untuk meningkatkan kolaborasi terutama dalam kegiatan Tridarma
Pendidikan yang fokus utamanya adalah Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat. Adapun rangkaian acara yang diselenggarakan semuanya mendukung
tercapainya tema yang sudah diusung tersebut, antara lain melalui kegiatan
Simposium, Lomba Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Lomba Menulis Artikel
Kompasiana, serta beberapa kegiatan lain yang juga melibatkan peran serta
alumni, pensiunan dan masyarakat se-kota Salatiga, khususnya ibu-ibu PKK.


Kegiatan Simposium dilaksanakan dalam rangka
pemaparan Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang akan dilakukan
oleh Bapak dan Ibu dosen FPB UKSW, melalui kegiatan ini, dibuka kesempatan bagi
para mahasiswa yang ingin bergabung dalam kegiatan penelitian maupun pengabdian
masyarakat. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi oleh Bapak Dr. Andeka
Rocky Tanaamah, S.E., M.Cs selaku Pembantu Rektor III dan Bapak Dr. Suryasatriya
Trihandaru, M.Sc.nat. yang menjelaskan tentang keuntungan yang diperoleh
mahasiswa jika bergabung dalam kegiatan penelitian maupun pengabdian
masyarakat, serta pentingnya riset kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Selain
itu, ada juga Lomba Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bagi mahasiswa aktif
sehingga dapat menuangkan berbagai ide-iden kreatif dan inovatifnya. Ketua Dies
Natalis ke-54 FPB UKSW, Damara Dinda Nirmalasari Zebua, S.P., M.P.
mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini momentumnya tepat karena pada
bulan yang sama, Dikti sudah membuka akses bagi semua Perguruan Tinggi untuk
unggah proposal PKMnya ke Simbelmawa. Melalui kegiatan ini, diharapkan FPB UKSW
dapat memberi sumbangsih proposal untuk diungguh ke Simbelmawa dan dapat didanai
seperti beberapa proposal yang lolos pada tahun-tahun sebelumnya.

FPB UKSW juga melaksanakan kegiatan Lomba
Menulis Artikel Kompasiana yang diperuntukkan bagi mahasiswa, sekaligus menjadi
wadah untuk mengasah keterampilan berpikir dan menulis yang mengusung topik
sesuai dengan kondisi pertanian saat ini di era pandemi. Para mahasiswa cukup
antusias mengikuti kegiatan ini, selain karena dapat menuangkan ide-idenya,
bagi yang beruntung juga akan mendapatkan hadiah uang tunai dan sertifikat.
Selain kegiatan-kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa, Dies Natalis
ke-54 juga melibatkan peran serta alumni melalui acara Sharing Alumni. Alumni
membagikan pengalamannya semasa studi dan pengalamannya di tempat kerja saat
ini, tidak dipungkiri bahwa usia 54 tahun yang sudah tidak muda lagi, FPB UKSW
telah melahirkan berbagai macam alumni yang kompeten pada bidangnya dan dapat
memperoleh pekerjaan yang didamba-dambakan banyak orang, antara lain menjadi
pengusaha sukses, aparatur sipil negara (ASN) dan menjadi pemimpin (leader) di perusahaan-perusahaan swasta
ternama di Indonesia.

Kegiatan Sharing Alumni yang dilaksanakan dalam
3 sesi dan 3 hari yang berbeda ini juga dihadiri oleh siswa/i SMA dan SMK baik
yang berasal dari Kota Salatiga dan sekitarnya maupun luar Pulau Jawa yaitu
dari Sumatera Utara. Menurut salah satu siswa dari SMK Kanisius Ambarawa,
kegiatan ini bermanfaat karena dapat memberikan menambah wawasan terkait dunia
pertanian dan menjadi motivasi untuk dapat berkecimpung di dunia pertanian
nantinya. Dies Natalis ke-54 ini juga kembali melibatkan masyarakat Kota Salatiga,
khususnya Ibu-ibu PKK se-Kota Salatiga untuk turut ambil bagian dalam kegiatan
Pembagian Bibit Gratis. Bibit gratis dibagikan kepada setiap kelompok PKK dan
juga kepada sivitas akademika UKSW baik dosen, tenaga kependidikan dan
mahasiswa. Jumlah bibit yang dibagikan ada sekitar 500 buah yang terdiri dari
bibit sayur antara lain cabai merah dan rawit, terong, seledri, juga bibit
bunga seperti marigold, krisan, pentas, iler, dan vinca. Antusias masyarakat
Kota Salatiga dan sivitas akademika sangat tinggi dalam kegiatan ini, terutama
karena di masa pandemi, banyak orang-orang yang bekerja dari rumah sehingga
memanfaatkan waktu luangnya untuk bercocoktanam.


Bagikan:
Facebook
Share
WhatsApp