[slideshow_deploy id=’998′]
Studi dan Ekskursi menjadi harmonisasi dalam pembelajaran mahasiswa
Siapa sangka kalau studi bisa juga dilakukan sambil rekreasi. Ini kami buktinya… Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW yang mayoritas angkatan 2016 meluncur ke Bali pada tanggal 22-27 April 2018 untuk Studi Ekskursi (Studek). Studek merupakan pembelajaran lapangan mahasiswa ke instansi atau perusahaan di bidang pertanian untuk menambah wawasan mahasiswa tentang praktik Pertanian di tempat tersebut. Tahun 2018 ini studek dilakukan di Bali dan Sidoarjo (Jatim) dengan objek studi Golden Leaf, Subak Pulagan, Kebun salak Sibetan, Peternakan Sapi Nandhini Swara, Perusahaan Daerah Bali, dan Kebun Puspa Lebo di Sidoarjo Jatim.
Kunjungan studek mahasiswa ke Golden Leaf Farm yaitu Perusahaan pertanian organik yang sudah berumur 18 tahun dan menghasilkan lebih dari 70 jenis tanaman yang sebagian merupakan bahan baku vegetables salad dan herbal. Walaupun sebagian besar produk tersebut tidak akan mudah kita temui di pasaran karena pemanfaatannya lebih banyak untuk makanan mancanegara. Kunjungan dipandu oleh ibu Wayan yang adalah kepala kebun dan kak Richard yang merupakan alumni FPB angkatan 2009. Mahasiswa merasa sangat bersemangat dengan info yang didapat selama kunjungan. Mengenai tantangan dan peluang dalam bidang pertanian yang tidak akan habis selama manusia masih hidup. Selain itu Golden Leaf Farm juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan magang. Sehingga dapat dikatakan bahwa kunjungan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan keilmuan mahasiswa dan jalinan kerjasama dengan fakultas.
Perjalanan studi berikutnya dilanjutkan ke Subak Pulagan yang merupakan sebuah organisasi pengairan tradisional pertanian yang sangat bersejarah. Subak ini dibangun pada zaman keemasan Dinasti Warmadewa tatkala memerintah di Bali, yakni pada zaman pemerintahan Prabu Udayana Warmadewa, abad ke-10 dan ke-11. Subak tersebut langsung mendapatkan air irigasi dari mata air yang ada di kawasan Pura Tirta Empul, salah satu objek wisata yang lokasinya bersebelahan dengan Istana Presiden Tampaksiring. Mata air Tirta Empul ini juga dipercayai oleh masyarakat setempat menghasilkan air yang dapat menyembuhkan. Sangat menarik bahwa selain mahasiswa dapat belajar bagaimana pengaturan subak yang dilakukan juga mempelajari sedikit sejarah dan budaya masyarakat Bali.
Kunjungan ketiga saat studek adalah di Kebun Salak Sibetan. Buah salak merupakan salah satu buah eksotis yang ada di Pulau Seribu Pura ini, karena masyarakat Sibetan menganggap bahwa pohon salak adalah warisan nenek moyang yang berumur lebih dari 400 tahun dengan istilah kerennya adalah Globally Important Agriculture Heritage System (GIAHS). Terbentuk sejak 7 Juli 2007 dan berada di Desa Banjar kec Sibetan, kab Karangasem, terletak 600 mdpl hanya berjarak 16 km dari puncak Gunung Agung. Dengan penuh antusias rombongan disambut oleh Kliyan Banjar Adat. Ketua kelompok tani memberikan penjelasan mengenai budidaya hingga pemasaran buah salak yang sangat terkenal di Bali, yang kadang disebut dengan salak gula pasir atau salak madu karena rasa manis buah tersebut meskipun dipanen dalam kondisi masih muda.
Kunjungan dilanjutkan ke Peternakan Sapi Nandhiniswara, yang terletak di Kabupaten Buleleng, Kec Seririt, desa Lokapaksa, desa paling ujung Banjar Surge. Nandhini artinya sapi (punya tubuh kuat, tenaga kuat) Swara (persatuan yang bulat atau utuh). Simantri (sistem pertanian terintegrasi) antara ternak, pertanian dan perikanan program gubernur menuju go organik 2020. Terdapat 1000 simantri hingga jabatan gub berakhir. Tiap simantri memiliki pendamping khusus. Sudah ada program vaksinasi terutama pencegah penyakit SE, pemberian vitamin bagi sapi induk yang kurus, program IB ada 5 petugas. Sepanjang jalan menuju lokasi banyak ditemui kebun anggur hitam yang punya potensi diolah menjadi wine.
Selanjutnya adalah kunjungan di Perusahaan Daerah Bali yang terletak di Jl Desa Candikusuma, Kembang Mertha Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan, terletak 1200 mdpl. Perkebunan Sayur-Mayur merupakan unit usaha Perusahaan Daerah Provinsi Bali yang secara khusus mengembangkan bisnisnya di sektor usaha pertanian dengan komoditi pokoknya adalah sayuran daerah dataran tinggi. Luas lahan keseluruhan adalah 3,5 Ha yang memproduksi kurang lebih 40 varietas sayuran dataran tinggi. Dengan melibatkan 5 staff dan 12 petani penggarap yang sebagian besar merupakan masyarakat lokal, unit Perkebunan Sayur Mayur mampu memproduksi rata-rata hampir 40 Ton per tahun atau dengan omset yang mencapai kurang lebih 575 Juta per tahunnya. Perusahaan Daerah Bali sangat terbuka bagi mahasiswa yang ingin melaksanakan magang di sana. Topik mengenai pertanian mulai dari budidaya di lahan hingga pemasaran bahkan pengembangan ke arah agrowisata pun dapat dipelajari.
Hari terakhir studek rombongan berkunjung di Puspa Lebo Sidoarjo. Dikelola oleh Seksi Pengembangan Agribisnis Hortikultura yang merupakan salah satu unit kerja pada UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Puspa Lebo terus berupaya untuk menjawab tantangan pasar global melalui pengenalan teknologi dan pelayanan agribisnis dalam rangka meningkatkan daya saing komoditas hortikultura. Produk hasil dari kebun Puspa Lebo telah memiliki sertifikat Prima 3 sehingga ada jaminan keamanan dan dapat layak untuk dipasarkan secara internasional. Sasaran pengembangan hortikultura di kebun Puspa Lebo difokuskan pada penerapan prinsip-prinsip budidaya yang baik dan benar atau GAP (Good Agriculture Practices), sehingga mampu menjadi contoh bagi masyarakat luas, khususnya yang bergerak dalam bidang pengusahaan komoditas hortikultura. Produk unggulan kebun Puspa Lebo terkenal dengan pembuatan melon kotak.
Tentunya tidak hanya melakukan kunjungan di tempat-tempat yang berkaitan dengan pertanian saja, tapi rombongan juga berkunjung di tempat- tempat wisata yang terkenal di Bali. Siapa yang belum pernah mendengar nama-nama tempat wisata seperti Tanah Lot, Pantai Kuta, GWK, Pura Uluwatu, Pantai Jimbaran dan Bedugul, itulah tempat-tempat yang dituju rombongan FPB. Acara studi dan rekreasi menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa di Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW, sehingga selain mendapatkan berbagai ilmu dan pembelajaran di luar bangku kuliah mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk refreshing di masa jeda antar semester. Kegiatan ini juga bermanfaat mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja di bidang pertanian. Kunjungan studek kelak dapat menjadi pengalaman yang berharga dan kenangan yang indah bagi mahasiswa selama berkuliah di FPB UKSW Salatiga.