<?php echo do_shortcode(‘[metaslider id=”2240″]’); ?>
Di pagi hari yang sejuk dari Kota Salatiga pukul 05.30 WIB, Kamis, 21 November 2019 Mahasiswa, Staf Laboratorium Kurniawan Andrianto, SP. dan Wamilia Yulianingsih, S.Si. serta didampingi Para Dosen, Dr. Ir. Bistok Hasiholan Simanjuntak, M.Si., Ir. Djoko Murdono, MS., serta Yoga Aji Handoko, S.Si., M.Si. berangkat bersama untuk melakukan studi lapangan di Balai Taman Teknologi Pertanian, Kementerian Pertanian RI, Nglanggeran, Gunung Kidul-Yogyakarta.
Studi lapangan ini bagian dari aktivitas matakuliah Tanaman Perkebunan, Penanganan Pascapanen, serta Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, khususnya belajar berbagai aspek tanaman kakao mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, pengelolaan hama dan penyakit, panen, penanganan pascapanen kakao, hingga pengolahan menjadi produk-produk primer dan sekunder, seperti dodol dan chocholate bar.
Melalui aktivitas akademik ini, para mahasiswa bersemangat dan sangat antusias memperhatikan maupun memberikan respon yang aktif terhadap fasilitator lapangan serta nara sumber yang dihadirkan oleh Staf Ahli Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Gunung Kidul, Bapak Budi dan Ibu Sustiwiningsih. Vani sebagai salah satu peserta menyatakan: “menurut saya dengan adanya studi di lapangan ini saya menjadi mengerti mengenai teknik perbanyakan kakao secara langsung prakteknya, seperti sempat ditunjukkan oleh fasilitator Mas Puryanto tentang cara menyambung dan teknik memilih buah kakao yang baik dan kurang baik. Mahasiswa lainnya, Deshinta mengungkapkan: “menurut saya kunjungan kali ini sangat lengkap dan tidak membosankan. Materi yg diberikan oleh pemateri juga bisa dimengerti dengan mudah. Meskipun, kami tidak bisa praktik secara langsung dalam pengolahan hasil coklat, pemateri dapat menjelaskan proses pengolahan melalui alat-alat yg digunakan dalam pengolahan kakao secara langsung di ruang pengolahan produk kakao. Tempat yang digunakan dalam pemberian materipun nyaman, bersih, dan tertata rapi, sehingga dapat menarik minat untuk melakukan pembelajaran”.
Dan Ariel yang mewakili kelas Matakuliah Tanaman Perkebunan dan Penanganan Pascapanen mengapresiasi dalam bentuk ucapan terima kasih atas pengetahuan dan ilmu dalam budidaya kakao dari hulu hingga hilir. Sewaktu di kelas kami sudah dapat teorinya, maka saat studi lapang ini kami bisa melihat langsung di lapangan, sehingga kami bisa lebih memahami lebih dalam. Selain itu, dari studi lapangan ini kami juga bisa mengetahui penggunaan limbah dari peternakan kambing yang dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman kakao. Semoga studi lapangan ini bisa bermanfaat bagi kami semua, mungkin dengan pengalaman ini beberapa dari kami suatu saat ada yang mau magang/praktik kerja lapangan di Taman Teknologi Pertanian. Terima kasih juga untuk waktu dan jamuan yang telah diberikan TTP kepada kita semua, sehingga kita merasa sangat diterima di sini.
Terima kasih juga untuk Bapak/Ibu Dosen yang sudah memberikan wadah bagi kami untuk dapat terjun langsung ke lapangan. Terima kasih dan maju terus FPB UKSW”. (YG)