
FPB UKSW NEWS – Kerja
sama antar Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana dan Mennonite
Central Committee menggelar webinar bertajuk “Agroecology As A Means To Reduce
Water Pollution, Increase Nutrient Use Efficiency And Human Health And
Happiness”, Rabu (6/4/22). Tampil sebagai narasumber, John Mischler, Ph.D,
seorang pengajar sekaligus Assistant Professor of Sustainability and
Environmental Education dan Director dari program ASI (Agroecology Summer
Intensive).
Acara yang
dihadiri oleh 190 perserta da dipandu oleh moderator Dina Rotua V Banjarnahor,
M.Sc yang merupakan dosen FPB UKSW ini dari awal sampai akhir berjalan dengan
lancar. Selain dapat diikuti lewat aplikasi zoom meeting, mahasiswa maupun
peserta undangan dan umum juga dapat mengikuti siaran streaming dari kanal
Youtube UKSW Live Event.
Pada kesempatan
ini John Mischler, Ph.D menejelaskan bahwa pemupukan pada sebuah usaha budidaya
pertanian memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan terutama pada masalah
pencemaran lingkungan perairan serta sumber mata air disekitarnya. Hal ini
tentu akan memberikan dampak buruk jika terjadi dalam jangka waktu panjang,
tidak hanya berdampak terhadap struktur komunitas perairan namun juga berdampak
pada kesehatan manusia yang hidup maupun memanfaatkan daerah perairan tersebut.
Salah satu masalah utama dalam hal pemupukan dalam budidaya pertanian adalah
penggunaan pupuk Nitrogen yang berlebihan, permasalah ini tidak hanya terjadi
di Indonesia namun juga terjadi diberbagai negara lain. Tidak dapat dipungkiri
bahwa Nitrogen sangat berpengaruh terhadap sintesis protein dalam jaringan
tanaman, yang nantinya akan dikonsumsi oleh ternak maupun oleh manusia secara
langsung dalam bentuk sayuran maupun secara tidak langsung melalui bentuk susu
dan daging.
Kebiasaan dari
para petani yang cenderung memberikan pupuk berlebihan tanpa mengenal efisiensi
pemupukan yang spesifik terhadap lokasi maupun komoditas merupakan tantangan
bagi perguruan tinggi maupun instansi terkait lainnya untuk dapat memberikan
edukasi bagi para petani. Dampak dari pemupukan Nitrogen yang berlebihan tidak
hanya akan menjadi cemaran pada sumber mata air namun juga dapat memicu
perkembangan parasit seperti trematoda (Fasciola spp.) yang dapat berbahaya bagi ternak maupun
manusia. Hal ini dikarenakan dengan pemberian pemupukan Nitogen berlebihan dan
membuat cemaran akan meningkatkan pertumbuhan tanaman non budidaya yang akan
menjadi salah satu sumber makanan bagi bekicot yang merupakan inang dari
parasite trematoda.
Pada akhir
pemaparannya John Mischler, Ph.D mengungkapkan bahwa perlu dilakukan sebuah
kombinasi pemupukan agar terjadi efisiensi dan mengurangi potensi pencemaran
lingkungan sejak dini. Kombinasi antara pengunaan pupuk kimia dengan pupuk
organic atau jika dalam kasus pemupukan Nitrogen dengan menggunakan tumpeng
sari ataupun rotasi dengan tanaman legume dapat menjadi salah satu solusinya. (AWS).
Link Youtube :
https://www.youtube.com/watch?v=qLUi_mF0uIY&ab_channel=UKSWLiveEvents
