WEBINAR TOLERANSI
BERAGAMA
TOLERANCE


Indonesia
terkenal dengan keanekaragamannya baik suku,ras,etnik, budaya maupun agama.
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang multicultural, selain itu
masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai bangsa yang religious. Masyarakat
sendiri merupakan sebuah interaksi dalam sosial, dan agama merupakan salah satu
aspek yang sangat dekat dengan masyarakat. Di Indonesia sendiri setidaknya ada
enam agama yang diakui secara undang-undang yaitu Kristen, Khatolik, Islam,
Hindu,Budha dan Konghucu.
Kemajemukan
bangsa Indonesia ini dapat diibaratkan seperti dua mata koin, artinya dapat
memberikan keuntungan dan disisi lain dapat menyebabkan permusuhan. Tidak
jarang karena perbedaan yang ada maka menyebabkan konflik, terlebih perbedaan
agama. Banyak diantara kita yang menganggap golonganya lebih baik dari golongan
manapun, hal ini yang menyebakan sikap etnosentrisme tumbuh dengan subur di negara
ini. Dari sinilah pemicu konflik-konflik yang ada serta mengabaikan nilai-nilai
toleransi dan kemanusiaan yang ada.
Hal
yang harus diantisipasi dari keanekaragaman ini adalah peluang untuk membenci dan
menyebarkan api permusuhan antara kita. Masyarakat sangat mudah dibenturkan
oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan membawa isu-isu yang berbau
agama. Oleh karena itu untuk mengantisipasi adanya sikap-sikap intoleransi maka
kita seharusntya saling menghargai satu sama lain antar warga negara.
Salah
satu upaya untuk mengantisipasi adanya konfilk yaitu dengan menyebarkan
informasi –informasi tentang pentingnya sikap toleransi di negara kita.
Kegiatan Webinar Toleransi Beragama yang diselenggarakan oleh Fakultas
Pertanian dan Bisnis UKSW merupakan salah satu contohnya. Kegiatan toleransi
beragama ini dilaksanakan pada hari rabu 2 juni 2021 pada pukul empat sore.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dengan menggunakan media zoom meet.
Agriculture
Goes To Tolerance adalah tema yang diusung untuk kegiatan webinar ini. Kegiatan
ini mehadirkan dua pembicara yang kompeten dibidangnya yaitu Bapak Pdt. Izak
Lattu, Ph.D dosen FTEOL UKSW dan Bapak Abdul Ckamim, S.Pd.I, M.Pd selaku Guru
SMK N 1 Kaliwungu. Kegiatan ini dibagi kedalam tiga sesi sesi pertama adalah
sesi pemaparan materi oleh Bapak Abdul sesi kedua yaitu pemaparan materi oleh Bapak
Pdt. Izak, kemudian diakhir
masing-masing sesi diberikan kesempatan untuk Tanya jawab terkait materi yang
dipaparkan, kemudian diakhiri dengan sesi ketiga berupa diskusi kelompok.
Pada
sesi pertama Bapak Abdul menjelaskan apa itu toleransi serta memberikan
pokok-pokok penting dalam sebuah toleransi. Pokok-pokok tersebut antara lain
seperti menerima perbedaan karena itu merupakan sebuah rahmad, menjadikan
perbedaan sebagai pemersatu, serta mengajarkan bahwa kemanusiaan itu mendahului
keberagaman. Beliau juga mengajarkan arti toleransi dilihat dari sudut pandang
kepercayaannya.
Pada sesi kedua
pemaparan materi dijelaskan oleh Bapak Izak, materi yang dipaparkan terkait dengan
Seeking Spatial Justice dan Penguatan Covenantal Pluralisme di Indonesia.
Beliau juga membahas tentang tantangan-tantangan dalam pengelolaan keberagaman
di Indonesia, kemudian juga disinggung tentang kesepakatan dan perjanjian
pluralisme bangsa Indonesia. Kemudian setelah pemaparan dari setiap sie
kegiatan ini ditutup dengan diskusi kelompok tentang pentingnya sikap
toleransi. Diharapakan dengan adanya webinar ini dapat menambah dan menumbuhkan
rasa toleransi diantara masyarakat terekhusus mahasiswa Fakultas Pertanian dan
Bisnis UKSW.